Selasa, 30 September 2014

SISTEM KEKEBALAN PADA TUBUH IKAN


Sistem kekebalan tubuh ikan terbagi dari sistem kekebalan non spesifik dan spesifik. Mekanisme pertahanan non spesifik seperti mekanisme fatogositosis yang diperankan oleh sel makrofag dan leukosit bergranula, tetapi ikan juga mengembangkan system respon pertahanan seluler dan humoral yang dimediasi oleh sel lumofit.Ketika ikan mengalami infeksi pathogen, mekanisme kekebalan tubuh non spesifik akan bekerja untuk menghentikan proses infeksi tersebut.
Pada saat itu respon kekebalan tubuh spesifik akan mulai terjadi, dan jika ikan mampu bertahan hidup maka akan terbentuk antibody spesifik terhadap pathogen tersebut pada level protektif dan terbentuk pula sel – sel memori. Jika terjadi reinfeksi oleh pathogen sejenis, maka ikan tersebut akan kebal, mampu menahan infeksi karena respon kekebalan sekunder akan terjadi.

Senin, 29 September 2014

VAKSINASI IKAN, PENTINGKAH ?



Laju industry, pertambahan jumlah penduduk, dan peningkatan ekonomi menjadikan usaha perikanan budidaya semakin terjepit. Tidak dapat dipungkiri bahwasanya lahan budidaya ikan semakin lama semakin menyempit. Konversi lahan menjadi pabrik, dan perumahan semakin hari semakin melaju cepat. Intensifikasi budidaya menjadi mutlak untuk dilakukan.



Pembudidayaan ikan secara intensif dengan padat tebar tinggi tentu juga beresiko. Ketidakmampuan menjaga kesehatan ikan dan lingkungan akan mempermudah penyebaran penyakit.

Minggu, 28 September 2014

PENYULUH PERIKANAN SEBAGAI PEMBINA MUTU CPIB



BPPP TEGAL (8/9) - Balai Diklat Perikanan Tegal (BPPP Tegal) menyelenggarakan Pelatihan Pembina Mutu Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) dan Vaksinasi Ikan Bagi Aparatur Kelautan dan Perikanan yang dibuka di Uditorium BPPP Tegal, Senin (8/9). 
Hadir dalam pembukaan, Kepala BPPP Tegal, Ir. Mochammad Heri Edy, M.S, Kepala Seksi Perbenihan Ditjen Perikanan Budidaya, Ir. Harnizal, dan Mochammad Muchlisin, A.Pi, M.P, Kepala Seksi Program BPPP Tegal.

Selasa, 28 Januari 2014

PENYULUH & KIMBis LAMONGAN GO BLOG

Salah satu tantangan terbesar bagi pelaku usaha perikanan adalah menemukan pasar atas produk yang dihasikan. Baik itu produk budidaya, tangkap, maupun pengolahan. Menemukan pasar yang tepat dengan harga yang sesuai tentu sangat diharapkan.

Kamis, 28 November 2013

OPTIMALISASI MOBIL PENYULUHAN

Kabupaten Lamongan memiliki potensi perikanan dan kelautan yang cukup besar, yang meliputi bidang perikanan tangkap, perikanan budidaya, dan bidang pengolahan dan pemasaran hasil.

Produksi perikanan budidaya tahun 2012 sebesar 37.245,17 ton dengan nilai sebesar 674,92 milyar yang diusahakan oleh 28.574 orang. Dengan luas areal 25.541,87 hektar, yang meliputi tambak (payau) seluas 1.745,40 hektar, sawah tambak seluas 23.454,73 hektar, kolam seluas 341,66 hektar dan KJA seluas 0,08 hektar.

KAPUSLUH KP BUKA SOSIALISASI CYBER EXTENSION KP BAGI PENYULUH PERIKANAN

Sejalan dengan era pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, maka perlu adanya penyampaian informasi teknologi serta materi penyuluhan terbaru dengan cepat, dan murah kepada penyuluh perikanan. Untuk percepatan diseminasi materi penyuluhan KP yang bersumber dari teknologi KP  yang dihasilkan unit kerja penghasil teknologi KP dan mengumpulkan materi penyuluhan spesifik lokasi dan kearifan lokal yang berkaitan dengan kelautann dan perikanan tersebut, maka Pusluh KP telah menginisiasi membangun sistem informasi penyebarluasan materi penyuluhan KP atau Cyber extension KP dan sudah diluncurkan pertama kali oleh Kepala BPSDMKP pada tanggal 28 Agustus 2013 di Jakarta.

Kamis, 21 November 2013

Budidaya Nila di Lamongan

Berbudidaya ikan nila sebenarnya sangat mudah, karena jenis ikan ini mampu tumbuh dengan cepat, selain itu ikan ini juga sangat mudah bereproduksi. Untuk itu para pembudidaya harus jeli dalam memilih benih nila yang akan ditebar.
Benih nila yang berkualitas buruk akan sangat mudah berkembangbiak, jika sudah berkembangbiak induk betina akan berpuasa selama 1 bulan. Proses tersebut tentu sangat mengganggu perkembangan ikan. Ikan yang dibudidayakan secara otomatis akan susah besar. Selain itu anakan nila akan menjadi kompetitor pakan dan oksigen dalam tambak.